Blog Archive
Label Revolution
- Al-Quran (1)
- Berita (1)
- Hadist (1)
- Ibadah (1)
- Info Menarik (2)
- Keluarga (1)
- Kisah Nabi dan Sahabat (2)
- Peperangan (2)
- Perjanjian (1)
- Renungan (5)
- Selamat Datang (1)
- Subhanallah (2)
- Unik (1)
- Wudhu (3)
Friend of Islam Revotulion
Tampilkan postingan dengan label Subhanallah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subhanallah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 April 2011
Al-Quran yang Suci
Al-Qur’an Suci ditulis dalam bahasa Arab, akan tetapi secara esensi dan aktulitasnya, ia ditulis di dalam bahasa Tuhan. Hanya mereka yang cinta dan takut pada Tuhanlah yang dapat mengerti arti sejati dari Al-Qur’an, hanya mereka yang dekat kepada-Nya yang memahami bahasa-Nya.
Untuk mengatakan bahwa suatu kitab yang dapat kita pegang dengan tangan kita adalah Al-Qur’an Suci adalah seperti mengatakan bahwa matahari adalah sebuah cermin kecil yang bulat. Bahasa manusia tidaklah mampu menerjemahkan bahasa Al-Qur’an ke dalam suatu pengertian manusia. Kita itu fana, sementara Tuhan adalah kekal.
Al-Qur’an adalah sesuatu yang tidak bertepi. Bila lautan adalah tintanya, dan pohon-pohon di hutan adalah pena-penanya, lelangit dan Bumi adalah kertasnya, lalu sampai akhir waktu seluruh ciptaan menuliskan buku ini—maka tinta itu akan habis, semua pena juga akan habis, demikian pula semua kertas, para malaikat dan seluruh makhluk akan kelelahan—namun tetap saja makna Al-Qur’an tidak akan bisa dijelaskan sepenuhnya.
Segala hal telah tercakup dalam Al-Qur’an—apa-apa yang terjadi sebelum adanya masa dan setelah masa tiada, yang tersembunyi dan terbuka. Apapun terkandung dalam Al-Qur’an. Namun engkau harus punya mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, akal untuk memahami dan kalbu untuk merasakan.
Derajat pemahamanmu terhadap al-Quran berbanding lurus dengan kedekatanmu kepada Tuhan. Suatu hari, Ibnu al-’Arabi r.a., seorang sufi besar, terjatuh dari kudanya. Ketika murid-muridnya yang kuatir mendapatkannya, mereka melihatnya tengah duduk di tanah, diam, fana. Sesaat kemudian, ia pun menengadah dan berkata kepada mereka, ”Aku baru saja menafakuri dimana gerangan di dalam Al-Qur’an tercantum bahwa aku akan terjatuh dari kudaku. Aku telah menemukannya, ternyata itu terdapat pada suatu ayat pembukaan surat.”
Al-Qur’an Suci adalah sebuah dokumen. Ia membenarkan seluruh kitab-kitab yang diwahyukan terdahulu beserta kisah-kisah para Rasul yang membawanya. Pada satu tingkat, ia menceritakan tentang sejarah kemanusiaan, sejarah orang-orang yang beriman dan orang-orang tidak-beriman. Ia menunjukkan balasan untuk orang-orang yang beriman dan hukuman bagi orang-orang yang tidak-beriman. Ia mengajak kepada ke-berserah-diri-an dan cinta.
Al-Qur’an Suci mengajarkan kita untuk menjadi insan. Ia mengajarkan tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh, dan apa arti dari cinta. Ia adalah ‘mata’ yang diberikan Allah kepada kita. Siapapun yang memilikinya akan mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang nyata dan mana yang tersembunyi.
Al-Qur’an diwahyukan kepada nabi Muhammad S.A.W. sedikit demi sedikit, dalam suatu periode selama dua-puluh tiga tahun. Setiap kali suatu bagian disampaikan kepadanya, maka sang Nabi akan kehilangan kesadarannya. Dalam malam-malam yang dingin, beliau tetap berkeringat.
Tuhan menyampaikan kepadanya bahwa apabila wahyu ini diturunkan kepada gunung, maka gunung itu akan hancur berantakan. Akan tetapi (kalbu) seorang insan (dapat) lebih kuat daripada gunung. Para sahabat nabi menyaksikan bahwa saat kepada Nabi tengah diturunkan wahyu dari Al-Qur’an ketika beliau sedang berada di atas untanya, maka untanya sampai jatuh terduduk di atas lututnya karena beratnya beban wahyu yang disampaikan.
Pembersihan dari kotornya debu dunia disebutkan dalam Al-Qur’an dengan kelahiran nabi Isa a.s. Kelahirannya yang tidak berbapak adalah sebuah hadiah dari surga. Al-Qur’an pun memberitakan tentang kenabiannya, serta tentang kisah-kisah beliau menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan yang berpenyakit lepra serta menyembuhkan yang buta.
Al-Qur’an Suci adalah suatu kitab tentang pelajaran-pelajaran, sebuah buku tentang kebenaran, sebuah buku tentang cinta. Ia mengajarkan kita tentang kualitas-kualitas para nabi. Ia menunjukkan kepada kita bahwa seharusnya kita menjadi khalifah-Nya di muka Bumi. Jangan biarkan ia meninggalkan tangan, pikiran, atau hatimu. Membaca buku yang lain terus-menerus akan terasa membosankan, tapi tidak untuk kitab yang satu ini. Semakin banyak engkau baca, semakin ingin engkau terus membacanya.
Salah satu keajaiban dari Al-Qur’an adalah bahwa seorang anak berusia lima tahun dapat menghafalnya . Padahal Al-Qur’an terdiri atas 6.666 ayat dan 114 surat. Tidak ada kitab lain yang begitu mudah untuk dipelajari. Dalam setiap abad, terdapat ribuan, bahkan ratusan ribu orang yang telah hafal Al-Qur’an.
Insan itu fana, sedangkan Al-Qur’an adalah abadi. Ia merupakan kitab Allah. Maka bagaimanakah seseorang dapat menghafal Al-Qur’an? Bahkan, bagaimana manusia yang fana berani membaca Al-Qur’an yang abadi? Sebenarnya, Tuhanlah yang melindungi dan menjaga Al-Qur’an yang sesungguhnya – setiap kata dan titiknya. Kalbu insan yang menghafalnya, tetapi sesungguhnya Tuhanlah yang menyimpan Kitab Ilahiah itu di dalam kalbu insan. Tuhanlah yang melantunkan Al-Quran Suci melalui lisan insan.
Al-Qur’an Suci bukanlah sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Arab. Seluruh alam raya adalah Al-Qur’an. Ia menjangkau dari yang lebih dahulu daripada yang awal, sampai ke setelah yang akhir. Ia adalah penjelasan yang mencakup segalanya.
Para pecinta Tuhan selalu membaca Al-Qur’an. Mereka yang ikhlas dan selalu berserah-diri kepada-Nya mengerti tentang arti Al-Qur’an. Al-Qur’an ibarat seutas tali. Satu ujung berada dalam genggaman-Nya dan yang satu lagi turun ke Bumi. Siapapun yang berpegang kepada tali itu akan selamat, dan memperoleh ganjaran Kebenaran dan al-Jannah.
Bacalah Al-Qur’an, agar dapat engkau temukan obat bagi segala kesulitanmu.
(dikutip dari buku ‘Cinta Bagai Anggur’ terbitan PICTS)
Senin, 11 April 2011
Subhanallah, Keajaiban Allah Terus Menerus Terjadi Di Gaza
GAZA - Faksi-faksi perlawanan di Gaza menegaskan, mereka belum menggunakan seluruh kekuatanya untuk menghadapi Zionis. Mereka berjanji akan memberikan kejutan-kejutan lain bagi serdadu Zionis Israel.
Pada Bulan Suci Ramadhan yang belum lama berlalu memang meninggalkan kenangan bagi umat di seluruh dunia, salah satunya bagi penduduk Gaza yang harus merasakan Ramadhan dan Idul Fitri di bawah kepungan pasukan zionis Israel. Namun demikian, keajaiban terus terjadi, menunjukkan kasih sayang Allah kepada umatnya.
Menurut laporan Badan Sensus PBB (UNFPA), dari sekitar 4.000 wanita hamil, 3.500 diantaranya telah melahirkan bayi mereka dengan selamat selama serangan Zionis Israel di Gaza. Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan jumlah korban tewas yang diperkirakan mencapai 1.500 jiwa.
Sumber perlawanan yang dilansir oleh Media Media Islam mengatakan, pihaknya masih mempunyai banyak kejutan bagi Zionis, namun mereka menggunakan taktik militer sesuai dengan yang apa yang berlaku di medan pertempuran.
Perlawanan mengingatkan, setelah sepuluh hari serangan udara Israel dan dua hari serangan darat, pasukan perlawanan masih memberikan kejutan-kejutan bagi Israel dengan penggunaan senjata-senjata baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Seperti peluncuran roket yang menjangkau jauh dari apa yang mereka perkirakan. Hal ini menunjukan kebenaran perkataan perlawanan, bahwa perang baru dimulai.
Ia menambahkan, hingga saat ini penjajah Zionis masih lemah. Mereka belum mampu menghadang roket-roket perlawanan ke sejumlah permukiman Israel yang jauhnya 60 km dari Gaza. Mereka juga tidak mampu menangkis serangan roket yang diluncurkan kelompok mujahidin ke pesawat-pesawat tempur mereka, walau bagaimanapun canggihnya pesawat tersebut.
"Jika perlawanan mempunyai roket-roket anti tank sebagaimana pernah digunakan pada waktu perang Libanon. Maka, ketahuilah !! hingga saat ini perlawanan masih menggunakan roket B29. namun tentu kami tidak mengungkapkan seluruhnya apa yang kami punyai", ungkapnya.
Sumber perlawanan menambahkan, pihaknya masih mengendalikan pertempuran, faksi-faksi perlawanan mempunyai taktik masing-masing dalam menyerang musuhnya. Mereka tidak akan menggunakan seluruh kekuatannya sekaligus. Sebagaimana diketahui musuh. Adapun serangan terhadap sejumlah serdadu Israel pada serangan darat kemarin menunjukan bahwa hal tersebut baru dimulai.
Brigade Izzuddin al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas hanya sendirian menghadapi Zionis, namun telah membunuh 11 serdadunya dan melukai 48 lainya. Hal mana diakui tim media Zionis. Al-Qossam juga menegaskan, bahwa jumlah korban di kalangan Zionis lebih banyak dari pada jumlah syuhada di kalangan perlawanan.
Pada Bulan Suci Ramadhan yang belum lama berlalu memang meninggalkan kenangan bagi umat di seluruh dunia, salah satunya bagi penduduk Gaza yang harus merasakan Ramadhan dan Idul Fitri di bawah kepungan pasukan zionis Israel. Namun demikian, keajaiban terus terjadi, menunjukkan kasih sayang Allah kepada umatnya.
Menurut laporan Badan Sensus PBB (UNFPA), dari sekitar 4.000 wanita hamil, 3.500 diantaranya telah melahirkan bayi mereka dengan selamat selama serangan Zionis Israel di Gaza. Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan jumlah korban tewas yang diperkirakan mencapai 1.500 jiwa.
Sumber perlawanan yang dilansir oleh Media Media Islam mengatakan, pihaknya masih mempunyai banyak kejutan bagi Zionis, namun mereka menggunakan taktik militer sesuai dengan yang apa yang berlaku di medan pertempuran.
Perlawanan mengingatkan, setelah sepuluh hari serangan udara Israel dan dua hari serangan darat, pasukan perlawanan masih memberikan kejutan-kejutan bagi Israel dengan penggunaan senjata-senjata baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Seperti peluncuran roket yang menjangkau jauh dari apa yang mereka perkirakan. Hal ini menunjukan kebenaran perkataan perlawanan, bahwa perang baru dimulai.
Ia menambahkan, hingga saat ini penjajah Zionis masih lemah. Mereka belum mampu menghadang roket-roket perlawanan ke sejumlah permukiman Israel yang jauhnya 60 km dari Gaza. Mereka juga tidak mampu menangkis serangan roket yang diluncurkan kelompok mujahidin ke pesawat-pesawat tempur mereka, walau bagaimanapun canggihnya pesawat tersebut.
"Jika perlawanan mempunyai roket-roket anti tank sebagaimana pernah digunakan pada waktu perang Libanon. Maka, ketahuilah !! hingga saat ini perlawanan masih menggunakan roket B29. namun tentu kami tidak mengungkapkan seluruhnya apa yang kami punyai", ungkapnya.
Sumber perlawanan menambahkan, pihaknya masih mengendalikan pertempuran, faksi-faksi perlawanan mempunyai taktik masing-masing dalam menyerang musuhnya. Mereka tidak akan menggunakan seluruh kekuatannya sekaligus. Sebagaimana diketahui musuh. Adapun serangan terhadap sejumlah serdadu Israel pada serangan darat kemarin menunjukan bahwa hal tersebut baru dimulai.
Brigade Izzuddin al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas hanya sendirian menghadapi Zionis, namun telah membunuh 11 serdadunya dan melukai 48 lainya. Hal mana diakui tim media Zionis. Al-Qossam juga menegaskan, bahwa jumlah korban di kalangan Zionis lebih banyak dari pada jumlah syuhada di kalangan perlawanan.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Admin Islam Revolution
- Mari mencari ilmu bersama sama dengan tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai Ridha-Nya. Amin :D

